Pernah nggak sih ngerasa, pas lagi nongkrong di kafe terus melihat satu minuman lagi ramai dipesan semua orang? Di Juni 2026, fenomena ini makin terasa. Ada dua tren yang keliatan sangat berbeda tapi sama-sama bikin antrean panjang dan FYP TikTok bergemuruh. Strawberry Matcha yang manis dan creamy versus Fairypresso yang dramatis dan estetik. Tapi, kalau dilihat lebih dalam, dua tren ini adalah dua sisi dari koin yang sama: kita nggak cuma minum, kita membeli pengalaman. Bukan cuma rasa, tapi juga visual, sensasi, dan cerita di baliknya.
Gue penasaran, kenapa sih tren minuman selalu berganti tapi juga punya pola yang sama? Dan apa yang bikin Strawberry Matcha dan Fairypresso bisa seviral itu? Yuk, kita bedah.
1. Strawberry Matcha: Kombinasi yang Berawal dari Keisengan
Cerita Strawberry Matcha dimulai dari seorang barista amatir di Brisbane bernama Marie David. Empat tahun lalu, orang tuanya pergi memetik stroberi dan hasilnya melimpah. “Kami bikin segala sesuatu rasa stroberi,” katanya. Dia mengunggah video proses mencampur matcha dan stroberi ke TikTok, dan dalam semalam, videonya meledak .
“Sayalah Strawberry Matcha pertama di Brisbane,” klaimnya . Sejak saat itu, minuman ini menjadi menu wajib di banyak kafe. Yang awalnya hanya eksperimen dapur, kini menjadi fenomena global. Marie bahkan sampai harus pergi ke Uji, selatan Kyoto, untuk mencari bubuk matcha ceremonial grade langsung dari pemasoknya. “Kami ingin menghormati budaya asalnya. Matcha itu Jepang, dan mereka sangat menghargai tradisi, begitu juga kami,” ujarnya .
Rahasianya? Menurut Marie, sederhana: “Jangan pelit bubuk matcha, dan tahu cara membuatnya secara tradisional” .
Mengapa Strawberry Matcha Viral?
Ada dua alasan utama. Pertama, visualnya. Pink dan hijau berpadu dalam satu gelas menciptakan gradasi warna yang sempurna untuk konten media sosial. Kedua, rasanya. Stroberi memberikan kemanisan dan kelembutan, sementara matcha memberikan rasa earthy yang khas. Kombinasi ini terasa seperti “dessert in a cup” yang nggak terlalu manis.
Bahkan, tren ini terus berevolusi. Vogue Adria melaporkan bahwa di pertengahan 2026, Raspberry Matcha mulai mencuri perhatian menggantikan stroberi . Raspberry memberikan rasa yang lebih segar dan sedikit asam, yang dinilai lebih seimbang dengan earthy notes matcha . Ini bukan sekadar tren, tapi gerakan yang terus mencari versi lebih baik.
Di Indonesia, matcha premium diprediksi masih akan mendominasi. Konsumen tidak lagi hanya mencari Matcha Latte klasik, tetapi juga kombinasi dengan yuzu, coconut, hingga functional ingredients . Pantas saja, menu ini terus menjadi primadona.
2. Fairypresso: Kopi dalam Kelopak Bunga yang Magis
Kalau Strawberry Matcha soal rasa dan warna, Fairypresso adalah tentang pengalaman sensorik total. Tren ini menyajikan satu shot espresso dalam kelopak bunga segar, biasanya mawar . Nama “Fairypresso” berasal dari gabungan “fairy” (peri) dan “espresso” . Konsep ini dipopulerkan oleh Arisan Flowers, sebuah florist di New York, dan langsung viral di TikTok .
Tampilannya yang magis dan dramatis membuat siapa pun yang melihatnya langsung ingin mencoba. Bunga mawar dipilih karena kelopaknya tebal dan cukup lebar untuk menampung espresso . Beberapa kreator juga menggunakan peony atau camellia, tapi mawar tetap yang paling umum .
Legenda yang Membuatnya Makin Viral
Di balik keindahannya, ada legenda yang ikut mendongkrak popularitasnya: konon, wanita yang meminum kopi dari kelopak bunga akan menikah dalam setahun . Tidak ada bukti ilmiah, tapi justru mitos inilah yang membuat banyak orang penasaran. Kombinasi antara estetika dongeng, pengalaman minum yang tidak biasa, dan elemen mistis menciptakan daya tarik yang sulit dilawan.
Yang menarik, Fairypresso membuktikan bahwa konsumen 2026 tidak lagi sekadar mencari rasa yang enak, tetapi juga cerita. Bunga sebagai wadah memberikan aroma alami yang berpadu dengan kopi, menciptakan sensasi aroma ganda . Ini menunjukkan adanya pergeseran dari “cangkir biasa” ke pengalaman yang lebih personal dan berkesan.
3. Dua Tren, Satu Benang Merah
Strawberry Matcha dan Fairypresso, walau sangat berbeda, memiliki kesamaan yang mendasar: keduanya adalah tentang konten dan pengalaman.
| Strawberry Matcha | Fairypresso |
|---|---|
| Fokus pada rasa dan visual gradasi | Fokus pada penyajian dramatis dan cerita |
| Berawal dari eksperimen dapur | Dipopulerkan oleh florist |
| Lebih mudah direplikasi | Lebih sulit dan membutuhkan persiapan khusus |
| Viral karena keindahan warna | Viral karena keunikan wadah dan mitos |
Strawberry Matcha adalah tentang kenyamanan (comfort), sementara Fairypresso adalah tentang kejutan (surprise). Tapi keduanya memenuhi kebutuhan yang sama: mencari sesuatu yang layak diabadikan dan dibagikan.
4. Tren Minuman Lain yang Juga Hits di 2026
Selain dua fenomena utama di atas, ada beberapa tren lain yang juga mengguncang industri minuman:
- Raspberry Matcha: Vogue Adria menyebut ini sebagai evolusi dari Strawberry Matcha, yang menawarkan rasa lebih segar dan asam .
- Bucket Coffee: Tren dari Korea Selatan ini menyajikan kopi dalam ember berukuran 1,5 liter. Ini adalah jawaban atas inflasi: konsumen mencari produk yang terasa lebih “worth it” dengan ukuran raksasa .
- Fruity & Tropical Fusion: Perpaduan buah-buahan tropis lokal dengan teh atau kopi. Rasa seperti mangga golek, srikaya, dan manggis mulai mendominasi untuk menciptakan identitas lokal yang kuat .
- Functional Drinks: Minuman yang tidak hanya enak tapi juga menyehatkan, seperti latte dengan tambahan serat larut dan prebiotik . Ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan usus.
5. 3 Kesalahan Saat Mengikuti Tren Minuman Viral
- Cuma Ikut FOMO Tanpa Konteks: Banyak pemilik kafe yang langsung menjual Strawberry Matcha tanpa memahami kualitas matcha yang digunakan. Hasilnya? Rasa pahit dan tidak enak. Padahal, Marie David menekankan pentingnya menggunakan bubuk matcha berkualitas .
- Mengorbankan Rasa demi Estetika: Fairypresso memang cantik, tapi jika kopi yang dituangkan ke dalam bunga tidak enak atau terlalu cepat dingin, pelanggan akan kecewa. Visual memang penting, tetapi rasa tetap raja.
- Mengabaikan Aspek Keberlanjutan: Fairypresso menggunakan bunga segar yang sekali pakai. Ini bisa menjadi masalah lingkungan jika tidak dikelola dengan bijak. Pastikan ada sistem pengelolaan sampah yang baik.
6. Tips Menikmati Tren Minuman dengan Bijak
- Cari Tahu Sumbernya: Sebelum membeli Strawberry Matcha, tanyakan jenis matcha apa yang digunakan. Matcha ceremonial grade akan memberikan rasa yang lebih autentik .
- Buat Sendiri di Rumah: Resep Strawberry Matcha atau Raspberry Matcha sangat mudah ditiru di rumah . Dengan begitu, kamu bisa bereksperimen dan menghemat uang.
- Nikmati Prosesnya, Bukan Cuma Foto: Jangan terlalu sibuk memotret sampai kopi atau matcha-mu dingin. Nikmati momennya, karena pengalaman sensorik adalah inti dari tren ini.
Kesimpulan: Minuman Viral Adalah Cerita, Bukan Cuma Rasa
Jadi, apa yang sebenarnya terjadi di balik Strawberry Matcha dan Fairypresso? Ini bukan tentang rasa atau keunikan semata. Ini tentang bagaimana sebuah minuman bisa menjadi media bercerita. Strawberry Matcha bercerita tentang keisengan seorang barista yang menjadi fenomena global, sementara Fairypresso bercerita tentang keindahan alam dan keajaiban.
Di 2026, kita tidak lagi hanya membeli kopi atau teh. Kita membeli konten, koneksi, dan pengalaman. Dan di situlah letak kekuatan dua tren yang tampak sangat berbeda ini: mereka berhasil membuat kita penasaran, bereksperimen, dan pada akhirnya, berkumpul bersama